Daftar Pemilih Sementara Fahutan 2016

Berikut daftar DPS Fahutan 2016

  1. Departemen Manajemen Hutan : http://bit.ly/DPSMNHE
  2. Departemen Hasil Hutan : http://bit.ly/DPSDHHE
  3. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata : http://bit.ly/DPSKSHEE
  4. Departemen Silvikultur : http://bit.ly/DPSSVKE

Silahkan dikoreksi dan jika ada perbaikan silahkan hubungi Anggit Babarrajab Cahyadi (082122629690) id line : @anggitbc

SK Pemira Fahutan 2016

TATA CARA PENCALONAN DAN PENGUNDURAN DIRI CALON  KETUA BEM FAHUTAN IPB PERIODE 2016-2017

 

BAB I

Ketentuan umum

Pasal 1

  1. Bakal calon ketua BEM Fahutan IPB yang selanjutnya disebut dengan bakal calon adalah setiap anggota penuh Fahutan IPB sesuai ART Fahutan IPB yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua BEM Fahutan periode 2016-2017.
  2. Calon ketua BEM Fahutan IPB adalah bakal calon yang telah melengkapi persyaratan dan dinyatakan lolos verifikasi oleh KPRW.

 

BAB II

Mekanisme Pencalonan

Pasal 2

  1. Mahasiswa yang berminat menjadi calon ketua BEM Fahutan dapat mendaftarkan diri kepada KPRW.
  2. Pendaftaran bersifat terbuka untuk anggota penuh Fahutan IPB.
  3. Waktu pendaftaran dimulai sejak tanggal 9 September 2016 pukul 08.00 WIB sampai 22 September 2016 pukul 20.00 WIB.
  4. Apabila mahasiswa yang berminat menjadi bakal calon berhalangan untuk mengambil berkas persyaratan pencalonan secara langsung dapat diwakilkan dengan melampirkan surat kuasa dari mahasiswa yang bersangkutan.
  5. Batas akhir waktu pengumpulan berkas persyaratan kepada KPRW adalah pada tanggal 23 September 2016 pukul 20.00 WIB diserahkan ke sekretariat pemira fahutan.
  6. Bakal calon yang akan mengumpulkan berkas harus konfirmasi kepada penanggung jawab verifikasi dan kampanye.
  7. Apabila bakal calon berhalangan untuk mengumpulkan berkas persyaratan maka pengumpulan berkas persyaratan dapat diwakilkan dengan melampirkan surat kuasa dari bakal calon.
  8. Bakal calon wajib mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan seluruh persyaratan yang ditetapkan kepada KPRW sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  9. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh bakal calon adalah :
  1. Anggota penuh Fahutan IPB, dibuktikan dengan fotocopy KTM dan fotokopi sertifikat BCR/KARIB atau surat keterangan asli telah mengikuti BCR/KARIB yang ditandatangani oleh ketua panitia BCR/KARIB.
  2. Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan fotocopy KTP atau surat identitas lainnya yang masih berlaku selama masa pendaftaran.
  3. Surat keterangan berbadan sehat terbaru dari dokter yang dibuat maksimal 2 minggu sebelum waktu verifikasi.
  4. Didukung oleh mahasiswa, dibuktikan dengan menyerahkan fotocopy KTM dan disertai tanda tangan otentik pemilik KTM yang bersangkutan dan tidak boleh sama antar bakal calon serta bukan berasal dari perangkat Pemira Eksekutif Fahutan IPB dan anggota DPM Fahutan IPB, dengan jumlah 40 lembar dari masing-masing departemen.
  5. Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diperoleh di sekretariat pemira Fahutan IPB.
  6. Menyerahkan soft file pas foto berwarna yang terbaru.
  7. Menyerahkan surat keterangan berkelakuan baik dari Fakultas Kehutanan
  8. Bukan merupakan anggota perangkat pemira Eksekutif  Fahutan IPB
  9. Surat pernyataan diri bermeterai dengan nominal Rp 6.000,00 yang menyatakan bahwa seluruh berkas persyaratan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
  10. Surat rekomendasi dari dosen Pembimbing Akademik.
    1. KPRW tidak akan menerima berkas persyaratan yang dikumpulkan melebihi batas akhir waktu pengumpulan berkas persyaratan yang telah ditetapkan oleh KPRW.
    2. Apabila bakal calon tidak mengumpulkan berkas persyaratan sampai batas akhir waktu pengumpulan berkas yang telah ditetapkan oleh KPRW maka bakal calon tersebut dianggap telah mengundurkan diri dan harus membuat surat pernyataan pengunduran diri secara resmi kepada KPRW.
    3. KPRW memverifikasi seluruh persyaratan yang masuk dari bakal calon sesuai waktu yang ditetapkan oleh KPRW.

 

Mekanisme Pencalonan Masa Penambahan Waktu

Pasal 3

  1. Apabila sampai batas akhir waktu pendaftaran yang telah ditentukan tidak ada bakal calon yang mendaftar maka akan diadakan penambahan waktu selama 4×24 jam sejak pendaftaran ditutup untuk melakukan pendaftaran dan pengumpulan berkas persyaratan.
  2. Apabila sampai batas waktu pendaftaran hanya ada satu calon dan telah mengumpulkan berkas persyaratan, akan dilanjutkan ke tahap verifikasi.
  3. 3. Apabila sampai batas akhir penambahan waktu yang telah ditentukan tidak ada bakal calon yang mengumpulkan berkas persyaratan, maka tahapan pemira selanjutnya diserahkan kepada DPM Fahutan IPB.

BAB III

Kewajiban dan Hak Calon

Pasal 4

  1. Setelah ditetapkan sebagai calon, maka yang bersangkutan wajib membentuk tim sukses dari mahasiswa Fahutan IPB dan didaftarkan secara resmi kepada KPRW sesuai dengan mekanisme pendaftaran tim sukses.
  2. Calon wajib menaati peraturan dan mengikuti rangkaian kegiatan Pemira yang telah ditetapkan oleh KPRW.
  3. Setelah ditetapkan sebagai calon, maka yang bersangkutan berhak mendapatkan informasi dari KPRW mengenai rangkaian kegiatan Pemira.

 

BAB IV

Mekanisme Pengunduran Diri

Pasal 5

Bakal Calon

  1. Pengunduran diri bakal calon dilakukan dengan membuat surat pengunduran diri secara resmi kepada KPRW.
  2. Apabila pasal 5 ayat 1 tidak dipenuhi maka KPRW berhak untuk mengumumkan nama bakal calon yang tidak mengumpulkan surat pengunduran diri sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh KPRW.

 

Pasal 6

Calon

  1. Pengunduran diri calon dilakukan dengan membuat surat pengunduran diri secara resmi kepada KPRW.
  2. Jika calon mengundurkan diri, maka calon wajib membayar denda berupa uang Rp 500.000,00 kepada KPRW dan membuat surat terbuka yang berisikan pernyataan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa Fahutan IPB yang disebarkan di daerah Fahutan
  3. Surat pernyataan permohonan maaf tersebut disahkan oleh KPRW.
  4. Apabila calon meninggal dunia, maka secara otomatis gugur sebagai calon dan tidak dikenakan sanksi apapun.
  5. Apabila calon mengundurkan diri sehingga tidak ada calon ketua BEM Fahutan, maka tahapan Pemira selanjutnya diserahkan kepada DPM Fahutan IPB.

PENJELASAN ATAS KETETAPAN

Nomor 001/Tap/KPRW/IX/2016

TENTANG

TATA CARA PENCALONAN DAN PENGUNDURAN DIRI CALON KETUA BEM FAHUTAN IPB PERIODE 2016-2017

 

Pasal 1

Ayat 1

  • Definisi mendaftar adalah mengambil berkas persyaratan dan mengisi form pendaftaran.
  • Anggota penuh adalah mahasiswa fahutan yang telah lulus Masa Perkenalan fakultas (MPF).

Ayat 2

Cukup jelas

Pasal 2

Ayat 1

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Ayat 3

Yang dimaksud dengan pukul 08.00 dan 20.00 WIB adalah sesuai dengan waktu di jam KPRW yang mengacu pada operator Indosat.

Ayat 4

Surat kuasa dianggap sah apabila dilengkapi dengan tanda tangan diatas materai Rp.6000 oleh calon yang memberikan kuasa sarta tanda tangan penanggung kuasa

Ayat 5

Yang dimaksud dengan pukul 20.00 WIB adalah sesuai dengan waktu di jam KPRW yang mengacu pada operator indosat.

Ayat 6

Konfirmasi yang dimaksud dapat bertemu langsung dengan anggota KPRW atau melalui sms dan telepon kepada penanggung jawab verifikasi dan kampanye yaitu Nikmatul Azizah (085640316430) dan Yuni Fitriana (083819377732)

Ayat 7

Ayat 8

Cukup jelas

Ayat 9 (a)

     Cukup jelas

Ayat 9 (b)

Surat identitas lainnya adalah SIM, akta kelahiran, paspor, kartu keluarga (KK), atau surat KTP sementara.

Ayat 9 (c)

Surat keterangan berbadan sehat yang dimaksud adalah surat yang dikeluarkan oleh klinik dr. Katili.

Ayat 9 (d)

  • Yang dimaksud dengan fotocopy KTM adalah fotokopi KTM bagian depan dan belakang yang data dirinya dapat terlihat dan terbaca dengan jelas.
  • Yang dimaksud dengan perangkat Pemira Eksekutif FAHUTAN IPB adalah KPRW, PPRW, dan P3
  • Tanda tangan asli pemilik KTM dibubuhkan pada fotocopy KTM bagian belakang dengan menggunakan tinta berwarna biru.
  • Otentik menurut KBBI : 1) dapat dipercaya; 2) asli;tulen; 3) sah

Ayat 9 (e)

Cukup jelas

Ayat 9 (f)

Soft file pas foto yang dimaksud adalah pas foto setengah badan dari kepala sampai pinggang mengenakan kemeja yang dikirimkan ke alamat e-mail pemirafahutan2016@gmail.com

Ayat 9 (g)

Cukup jelas

Ayat 9 (h)

Perangkat Pemira Eksekutif Fahutan IPB adalah KPRW, PPRW, dan P3W.

Ayat 9 (i)

Cukup jelas

Ayat 9 (j)

  • Surat rekomendasi yang dimaksud berisi perijinan untuk menjadi calon ketua BEM yang ditandatangani oleh dosen Pembimbing Akademik dengan melampirkan transkip nilai satu semester terakhir.
  • Surat rekomendasi dari pembimbing disediakan oleh KPRW.

Ayat 10

Cukup jelas

Ayat 11

Batas akhir waktu  pengumpulan berkas adalah tanggal 23 September 2016 pukul 20.00 WIB. Jika  sampai pada tanggal tersebut tidak ada bakal calon yang mengumpulkan berkas, maka batas akhir pengumpulan menjadi tanggal 24 September 2016  pukul 20.00 WIB. Surat

pernyataan pengunduran diri bakal calon diserahkan paling lambat 1×24 jam setelah batas akhir waktu pengumpulan.

Ayat 12

Cukup jelas

Pasal 3

Ayat 1

Penambahan waktu pendaftaran dimulai pada tanggal 23 September 2016 pukul 08.00 WIB sampai dengan 26 September 2016 pukul 20.00 WIB

Ayat 2

Cukup jelas

Ayat 3

Setelah dikembalikan kepada DPM Fahutan, hasil pembahasan di tingkat DPM mengenai tahapan Pemira selanjutnya akan disampaikan kepada KPRW  selambat-lambatnya 2×24 jam setelah pengumuman batas akhir penambahan waktu tidak ada bakal calon yang mengumpulkan berkas persyaratan.

Pasal 4

Ayat 1

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Ayat 3

Informasi dapat diperoleh secara langsung melalui tatap muka dengan KPRW dan melalui media sosial Pemira Fahutan.

Pasal 5

Ayat 1

Surat pengunduran diri bakal calon disediakan oleh KPRW.

Ayat 2

Cukup jelas

Pasal 6

Ayat 1

Surat pengunduran diri bakal calon disediakan oleh KPRW.

 

 

Ayat 2

Apabila terdapat calon yang mengundurkan diri sehingga membayar uang denda sebesar Rp. 500.000,00 maka dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan pemira dan rinciannya akan dipublikasikan ketika pemira selesai.

Ayat 3

Surat pernyataan permohonan maaf dinyatakan sah sapabila terdapat tanda tangan ketua KPRW beserta stempel KPRW.

Ayat 4

Cukup jelas

Ayat 5

Cukup jelas

PETUNJUK TEKNIS VERIFIKASI PEMILIHAN CALON KETUA BEM FAHUTAN IPB PERIODE 2016-2017

BAB I

Petunjuk Teknis Verifikasi Pemira Fahutan IPB Tahun 2016

Pasal 1

Verifikasi Bakal calon

  1. Verifikasi adalah proses pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran persyaratan bakal calon oleh KPRW yang bersifat
  2. Seluruh persyaratan bakal calon yang ditetapkan KPRW bersifat wajib.
  3. Bakal calon dinyatakan lolos verifikasi apabila memenuhi persyaratan yang dimaksud pada Surat Ketetapan 001/Tap/KPRW/IX/2016 bab 2 pasal 2 ayat 9.
  4. Verifikasi diselenggarakan pada tanggal 27 September 2016 mulai pukul 19.00 WIB oleh KPRW.
  5. Verifikasi dihadiri oleh perangkat Pemira Eksekutif wilayah Fahutan, bakal calon, saksi dan terbuka untuk mahasiswa Fahutan.
  6. Setiap bakal calon wajib mengirimkan 2 orang saksi untuk mengikuti verifikasi.
  7. Verifikasi berkas persyaratan bakal calon diurutkan berdasarkan waktu pengumpulan berkas pendaftaran.
  8. Apabila terdapat kesamaan persyaratan berupa KTM, maka KTM tersebut menjadi hak bakal calon yang mengumpulkan berkas lebih awal, sehingga untuk bakal calon yang tidak berhak atas KTM tersebut wajib mengganti dengan KTM yang berbeda dan disertai dengan tanda tangan otentik pemilik KTM pada waktu khusus yang ditetapkan oleh KPRW.
  9. Apabila bakal calon tidak ada yang lolos verifikasi maka akan diadakan verifikasi lanjutan pada tanggal 28 September 2016.
  10. Apabila setelah diadakan verifikasi lanjutan tidak ada bakal calon yang lolos verifikasi maka tahapan pemira selanjutnya akan diserahkan kepada DPM Fahutan IPB
  11. Bakal calon yang telah lolos verifikasi wajib memenuhi persyaratan tambahan yang ditetapkan oleh KPRW dan menyerahkannya paling lambat 1×24 jam setelah verifikasi ditutup. Persyaratan tambahan tersebut berupa :
    1. Mengisi dan mengembalikan formulir tim sukses yang disediakan oleh KPRW.
    2. Fotocopy KTM depan dan belakang setiap anggota tim sukses sebanyak 1 lembar.
    3. Pas foto berwarna yang terbaru setiap anggota tim sukses, ukuran 2×3 sebanyak 2 lembar
  12. Nomor urut calon ditetapkan pada saat verifikasi dengan hasil undian.
  13. KPRW mengumumkan seluruh calon yang lolos verifikasi kepada mahasiswa Fahutan

 

PENJELASAN ATAS KETETAPAN

Nomor: 002/Tap/KPRW/IX/2016

Tentang

PETUNJUK TEKNIS VERIFIKASI PEMILIHAN CALON KETUA BEM FAHUTAN IPB PERIODE 2016-2017

 

Pasal 1

Ayat 1

Cukupjelas

Ayat 2

Cukupjelas

Ayat3

Cukupjelas

Ayat 4

Cukupjelas

Ayat 5

Perangkat pemira eksekutif adalah KPRW, PPRW, dan P3W

Ayat 6

Yang menjadi saksi harus merupakan mahasiswa aktif fahutan yang belum menerima surat keterangan lulus

Ayat 7

Cukup jelas

Ayat 8

Yang dimaksud waktu khusus yang ditetapkan oleh KPRW adalah jangka waktu yang disediakan untuk melengkapi KTM pengganti karena sama dengan calon lainnya, yang ditetapkan sesuai kesepakatan anggota KPRW saat verifikasi berlangsung.

Ayat 9

Yang dimaksud verifikasi lanjutan adalah  proses melengkapi persyaratan bakal calon oleh KPRW yang belum terpenuhi pada verifikasi sebelumnya.

Ayat 10

Hasil Rapat PlenoDPM Fahutan IPB akan disampaikan kepada KPRW selambat-lambatnya 1×24 jam sejak verifikasi ditutup.

Ayat 11

Cukupjelas

Ayat 12

Nomor urut calon ditetapkan berdasarkan undian setelah verifikasi.

Ayat 13

Hasil verifikasi  diumumkan melalui meadia sosial dan mading DPM Fahutan.

Organisasi “Dewan Menulis”

 

 

Organisasi

oleh Dian Anriani

unduhan (2)

Saya adalah seorang mahasiswi semester 6. Saya suka berorganisasi, tapi tidak maniak. Hanya beberapa organisasi yang menurut saya sesuai dengan hobi dan keahlian saya, atau juga organisasi yang menurut saya dapat mengasah kemampuan saya atau memberi dampak lebih untuk saya. Dan beberapa organisasi lain yang menggugah rasa penasaran saya.

Organisasi menurut saya adalah ketika sekelompok orang berkelompok, mencapai tujuan yang sama, mempunyai latar belakang yang berbeda-beda akan tetapi mempunyai pandangan yang sama tentang konsep dari organisasi tersebut. Pertama kali saya mengikuti sebuah organisasi adalah ketika SMP. Tidak banyak yang bisa dipelajari oleh anak SMP, tapi cukup sebagai bekal untuk melanjutkan organisasi yang sama atau justru melepaskan diri dari organisasi yang sama, pada jenjang selanjutnya. Setiap sekolah atau tingkatan sekolah (terutama sekolah menengah) biasanya mempunyai jenis organisasi yang relatif sama. Bidang kesiswaan, bidang kesenian, bidang kelimuan, bidang olahraga, bidang keagamaan, kreatifitas, beladiri dan semacamnya. Dari semua bidang itu, bidang yang tidak pernah saya ikuti yaitu olahraga dan beladiri. Mungkin kurang menarik dibandingkan organisasi lain, menurut saya.

Mengikuti organisasi bukan sebuah keharusan. Tapi ada ungkapan yang mengatakan “Jika bukan sekarang, kapan lagi?”. Menurut saya ungkapan tersebut dapat dikatakan benar. Karena usia remaja yang menanjak menuju dewasa adalah usia dimana keadaan remaja tersebut masih terbilang labil, dan butuh arahan. Sementara waktu yang digunakan oleh kebanyakan remaja dalam kesehariannya berada di sekolah, sehingga apabila perkembangannya tidak diarahkan menuju hal yang baik, dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik untuk remaja tersebut. Sebagai contoh, remaja yang mengikuti organisasi akan memiliki kemampuan bersosialisasi yang berbeda dengan remaja yang tidak mengikuti organisasi, terlihat dari cara bergaul yang kaku atau mungkin teman pergaulan yang tidak sebanyak berada dalam organisasi.

Organisasi adalah cara terbaik untuk belajar dari kesalahan. Mengapa? Karena sistem dalam organisasi kebanyakan adalah kombinasi antara trial and error dan sharing dengan orang yang lebih berpengalaman. Ketika sebuah program dikerjakan biasanya akan memunculkan banyak kendala terutama pada angkatan baru dalam organisasi tersebut, dan salah satu yang dapat mengarahkan agar kembali pada tujuan yang diinginkan adalah pengalaman dari orang orang yang pernah menjalankan program tersebut (angkatan sebelumnya), akan tetapi dapat juga dengan belajar dari kesalahan sendiri agar pada organisasi atau kegiatan selanjutnya tidak akan terjadi kesalahan yang sama.

Kesalahan yang sering saya temui dalam sebuah organisasi adalah sumberdaya manusia nya. Menurut saya, sebuah organisasi adalah ketika semua orang yang berkepentingan berada dalam lingkup yang sama dan mengerjakan hal yang sama. Akan tetapi yang sering terjadi adalah dalam organisasi tersebut, sering banyak anggota yang perlahan menghilang. Dari yang tadinya sangat rajin, kemudian lama kelamaan menghilang karena sudah bosan. Atau ada juga yang memang sejak awal sudah tidak aktif dalam organisasi tersebut, bisa jadi karena kehilangan gairah (semangat) atau terdapat perbedaan persepsi awal dengan persepsi setelah memasuki organisasi tersebut.

Yang dapat dilakukan jika menemukan kesalahan seperti itu adalah memperbaiki komunikasi, dan menyamakan kembali tujuan awal yang sudah ditetapkan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, komunikasi harus selalu dijaga. Dan agar dikemudian hari tidak lagi ditemukan “sumber daya” yang hilang dalam sebuah organisasi.

 

Dewan Menulis “Damai”

Kaki kecil

oleh Salsabilah

kaki kecil

kaki kecil dengan mata mengantuk

Menatap bintang, sambil mencari apa itu damai bagi dunia.

Apakah Damai adalah gejolak?

Damaikah yang mendinginkan perang?

Atau perang yang kerap menghasilkan hangat nya damai?

 

 

Tapi ku lihat perang di kata ada demi keadilan yang damai

Pertumpahan darah ada demi penyetaraan hak umat manusia

 

Kaki kecil menerawang

Menembus waktu lampau, melihat apa yang dikata damai membuat mati kedua orang tua nya

Menghacurkan tempat bermainnya

Menghilangkan apa yang dibilang masa depan

Ia menatap lurus pada bulan nun jauh disana

Lantang berkata, Bukan perdamaian namanya jika sebagian menghancurkan sebagian lainnya

Tidak, damai tidak seperti itu….

Lalu….

Apakah damai itu?

Aku punya selusin definisi damai dalam fikiran ku

Tapi tak satu pun

Pun tak pernah ada yg menjadi bentuk di dunia nyata

Salah!

Salah!

Orang salah menterjemahkan lima huruf itu

Lalu seperti apa damai bagi dunia?

Apakah damai hanya ada bagi yang satu rasa, satu suku dan satu warna

Sedang yang berbeda tidak boleh mendapatkannya?

Mayoritas saja kah yang memiliki damai dalam hidupnya?

Sedang marginal adalah objek yang harus musnah

Agar yang disebut damai bisa tumbuh di dunia

 

Kaki kecil bersedih….

Aku mendengar isak yang panjang dalam doa malamnya

Dia menanyakan pada tuhan. Seperti apa damai itu?

tapi, Ia semakin tidak mengerti

Apakah Tuhan menyukai damai?

Lalu terbayang olehnya lantang nama Tuhan di sebut dalam irama rudal dan ketukan selongsong pistol dan peluru beradu. Seperti itu kah damai yang Tuhan mau?

Tidak,

Bukan itu damai milik Tuhan

Tentu bukan

Lalu ia bertanya pada bayang nya dalam angin malam

Mengapa ia harus mencari damai

Sedang tanpa alas dan atap pun dia berbahagia

Dalam hening malam dan sunyinya ketidakadilan ibu kota

Biar saja ku buat damai bagiku sendiri

Katanya

 

Kaki kecil kini tak lagi peduli apa damai itu

Sejak dia tau, menjadi bahagia dalam nikmat Tuhan-Nya saja sudah membuatnya tenang

Semoga dunia berbahagia

Dalam damai yang sulit di definisi

Dalam damai mereka yang penuh egoisme dan akuisisi diri

Dalam damai yang mungkin tuhan tak suka namun tetap di jalani

Semoga Tuhan menganugrahi damai yang sejati yang berasal dari-Nya

Semoga dunia berbahagia

Seperti kaki kecil berbahagia dalam nikmat Tuhan-Nya

 

“DEMEN” Dewan Menulis

Dewan Menulis DPM Fahutan IPB 

“Kreasinya anak Dewan Rumah Rimba”

          Sebagai seorang mahasiswa yang aktif berorganisasi sudah selayaknya kita menghasilkan suatu karya yang bisa dinikmati oleh orang lain. Menghasilkan suatu karya bukan hanya bisa menciptakan suatu alat atau menemukan teknologi yang mampu mempercepat suatu kerja, namun suatu karya juga bisa di munculkan dari gagasan-gagasan yang di torehkan dari suatu karya tulis. Tulisan yang mampu membuka wawasan orang banyak baik itu dari pengalaman pribadi, maupun pengalaman berorganisasi yang pernah kita ikuti selama ini dan prestasi-prestasi yang pernah kita torehkan. Untuk itu  kami dari Komisi 3 mengajak teman-teman DPM Fahutan “Dewan Rumah Rimba” 2016 untuk ikut berpartisipasi dalam menghasilkan suatu karya yang bermanfaat. Adapun syarat dan ketentuan dari pembuatan karya tulis ini adalah sebagai berikut:

  1. Setiap anggota DPM “Dewan Rumah Rimba” wajib membuat karya tulis sesuai dengan yang di jadwalkan.
  2. Karya tulis di serahkan ke Komisi 3 pada saatt rapat rutin DPM Fahutan.
  3. Tema karya tulis berkaitan dengan pengalaman pribadi, organisasi, maupun prestasi dan karya sastra.
  4. Format karya tulis sesuai dengan format IPB.
  5. Tulisan maksimal 4 lembar hvs A4.
  6. Karya tulis yang sudah diserahkan ke Komisi 3 akan di kirim ke beberapa surat kabar.
  7. Karya tulis yang berhasil di publikasi oleh surat kabar tersebut, akan di tempelkan di mading DPM Fahutan dalam bentuk hasil publikasi surat kabar tersebut.
  8. Anggota yang tidak menyerahkan karya tulisnya ke Komisi 3 akan di kenakan sanksi.
  9. Sanksi berupa mencari artikel dan sejenisnya yang berkaitan dengan bidang kehutanan dan di tempelkan di mading DPM Fahutan, minimal 5 artikel.

 

Harapannya teman-teman DPM Fahutan “Dewan Rumah Rimba” dapat menjalankan program kerja ini dengan baik, dan menyerahkan karya tulisnya tepat waktu.

Musyawarah Kerja Internal Fahutan 2016

Musyawarah kerja internal Fakultas Kehutanan IPB merupakan wadah untuk mengoordinasikan dan menyinergiskan program-program kerja organisasi kemahasiswaan di lingkup Fakultas Kehutanan yang akan di bawa untuk satu tahun kepengurusan kedepan.  mulai dari mengoordinasikan waktu dan tempat pelaksanaan program kerja itu sendiri sampai menyinergiskan program-program kerja yang bisa di kolaborasikan antara organisasi kemahasiswaan di Fakultas Kehutanan. Musyawarah kerja ini di laksanakan Sabtu 16 Januari 2016 di Ruang Sidang Sylva Fakultas Kehutanan di sela-sela berakhirnya ujian akhir semester.

Suasana Musyawarah Keja

                      Suasana Musyawarah Keja

Musyawarah kerja internal Fahutan ini di hadir oleh  Bapak Dr.Ujang Suwarna selaku Kasubid Minat Bakat dan Penalaran, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutan Ibu Dr. Lailan Syufina, dan masing-masing perwakilan Ormawa BEM Fahutan, FMSC, Himasiltan, Himakova, TGC, DKM Ibaadurrohmaan, Rimpala, dan Masyarakat Roempoet, serta pembina dari Himakova Bapak Dr. Abdul Haris Mustari dan Pembina Himasiltan. Dalam sambutannya Bapak Dr. Ujang Suwarna mengajak seluruh Ormawa agar dapat megolaborasikan program kerja yang sifatnya satu tujuan sehingga pada pelaksanaannya terlihat lebih meriah dan besar.

Sambutan Bapak Dr. Ujang Suwarna

             Sambutan Bapak Dr. Ujang Suwarna

sementara itu dalam sambutannya Ibu Dr. Lailan Syufina menghimbau agar seluruh Ormawa Fahutan  memiliki program kerja unggulan yang berkualitas tinggi sehingga nantinya bisa meningkatkan prestasi Ormawa itu sendiri, dan tiap-tiap Ormawa Fahutan harus lebih visioner mengingat tahun 2016 ini merupakan awal pelaksanaan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), untuk itu Ibu Dr. Lailan Syufina mengajak setiap Ormawa Fahutan mulai mengarahkan program kerjanya ke arah Go-Internasional.

Sambutan Dr. Lailan Syaufina

                  Sambutan Dr. Lailan Syaufina

Hasil musyawarah kerja ini nantinya akan dibawa pada musyawarah kerja tingkat IPB yang akan dilaksanakan pada tangal 22 dan 24 Januari 2016. jalannya musyawarah kerja ini di pimpim oleh Muhammad Iqbal Maulana selaku ketua DPM Fahutan 2016. Musyawarah kerja ini dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB 2016 “Dewan Rumah Rimba”. (Ftr30)

Foto Bersama Ormawa Fahutan

                Foto Bersama Ormawa Fahutan

Kalender
June 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
badge Fahutan IPB

IPB Badge

Arsip
Badge IPB