[Bedah Buku] Belajar Merawat Indonesia

  • Oleh: Ahmad Alkadri
  • Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor
  • Komisi III Dewan Perwakilan Mahasiswa Fahutan 2012

.Pada hari Sabtu, 21 Januari kemarin, Lembaga Dompet Dhuafa bersama dengan program Bakti Nusa (Beasiswa Aktivis Nusantara) mengadakan acara seminar bedah buku Belajar Merawat Indonesia. Buku ini berisi kumpulan artikel, tulisan-tulisan, karya para mahasiswa angkatan pertama Beasiswa Aktivis Nusantara.

Undangan diberikan kepada masing-masing Lembaga Kemahasiswaan di IPB, untuk mengirimkan perwakilan mereka dalam acara bedah buku ini. Dari DPM Fahutan, secara kebetulan yang ditunjuk adalah saya, untuk menghadiri acara ini ūüėÄ Maka dalam kesempatan ini, perkenankanlah saya untuk membagi isi dari bedah buku yang telah saya peroleh dalam acara tersebut.

Pertama-tama, mari kita lihat terlebih dahulu judul buku ini. Kata per kata, mari kita tilik secara harafiah dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dan secara filosofis sekaligus. :mrgreen:

.

1. Belajar:

Artinya adalah berusaha agar menjadi BISA, MAMPU, dalam melakukan sesuatu. Kata ‘Belajar’ memiliki banyak kegunaan dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari, dan kerap kali dikaitkan dengan sekolah secara formal, namun sebenarnya kata ‘Belajar’ dapat difungsikan dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

Dari kita lahir hingga kita dewasa, seluruhnya terdapat proses belajar. Kita tidak bisa berjalan, kita belajar berjalan hingga bisa. Kita tidak bisa mengeja alfabet, kita belajar hingga bisa. Dan seterusnya.

Dalam belajar ada langkah-langkah yang harus ditempuh. Tidak semerta-merta langsung jadi bisa begitu saja. Akan ada jatuhbangun. Akan ada kegagalan-kegagalan yang harus dihadapi. Mungkin akan ada juga yang namanya kekecewaan. Di saat-saat seperti itulah seorang manusia diuji. Sanggupkah mereka mengatasi berbagai masalah tersebut guna memperoleh ilmu yang mereka tuju, agar dapat melakukan apa yang mereka ingin lakukan? Seberapa kuatkah mereka dalam menghadapi problematika yang ada, dalam hubungannya di dunia nyata nantinya?

Ya, ada hubungan yang sangat kuat antara Belajar dan Kesabaran di sini. Hubungan imbal balik yang sangat tinggi, tak dapat terpisahkan.

.

2. Merawat:

Memelihara, menjaga, mengurus, dsb. Sama seperti kata ‘Belajar’, ‘Merawat’ juga merupakan kata kerja, predikat, verbal, yang berarti mengacukan akan adanya sebuah ‘objek’ yang di-‘Rawat’. Ada banyak hal yang bisa dan harus kita rawat dalam hidup ini. Dari hal-hal sederhana seperti merawat tanaman, merawat alat elektronik yang kita miliki, hingga yang rumit dan membutuhkan langkah-langkah yang lebih rumit. Contoh: merawat anak, saudara, dan orangtua. Dalam melakukan kegiatan merawat, seringkali diperlukan pengorbanan, dan tidak cukup hanya sedikit. Seringkali sangat besar.

Pernahkah kita bertanya kepada ibu kita: kenapa beliau mau bangun di tengah malam, dahulu sekali, saat kita bayi, demi menyusui kita saat kita menangis? Kenapa, saat kita kecil, beliau mau membuatkan masakan untuk kita makan, dan menunggu sampai kita selesai makan baru beliau mau makan?

Jawabannya mungkin sama, untuk semua orangtua dan terutama ibu manapun: yaitu karena mereka sayang terhadap kita. Karena mereka menyayangi kita. Tanpa permintaan imbalan apapun, semata-mata demi kebaikan kita dan harapan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi? Merawat berhubungan erat dengan Harapan. Bukan imbalan, tapi Harapan. Harapan yang lebih bersifat dan mengarah ke hati, kepada jiwa dan rohani, bukan fisik belaka.

Gabungkan dengan kata ‘Indonesia’, dan pastilah teman-teman semua bisa mengerti :)

.

Secara garis besar, buku ini berisi berbagai tulisan dan gagasan buah karya sesama kita para mahasiswa. Semua dari mereka adalah aktivis, orang-orang yang bukan ‘terpilih’, melainkan ‘memilih’. Orang-orang yang maju, para pemuda dan pemudi yang sanggup untuk mengatasi berbagai tekanan formal mereka sebagai mahasiswa – mengerjakan praktikum, mengerjakan laporan, mengurusi Indeks Prestasi – dan memilih untuk maju sebagai aktivis, para¬†agent of change,¬†orang-orang yang akan membawa Indonesia untuk berubah ke arah kemajuan di masa depan.

Buku ini terbagi dalam beberapa bagian, yang mana bagian-bagian tersebut berisi tulisan-tulisan lagi, artikel-artikel maupun jurnal yang, secara luas, berisi tentang kondisi Indonesia dan apa-apa saja yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki dan memajukannya.

.

1. Menagih Kiprah Mahasiswa

Kita ini adalah pemuda. Orang-orang muda, dengan segala kecerahan dan idealismenya. Kita adalah mahasiswa, orang-orang yang mendapatkan kesempatan untuk bisa memperoleh pendidikan formal di jenjang yang lebih tinggi, bersama dengan sesama kita yang juga memiliki kapasitas berpikir sangat tinggi.

Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk melakukan perubahan. Buat apa kuliah jauh-jauh, meninggalkan kampung halaman, kalau kita tak dapat memberikan perubahan? Buat apa kuliah jauh-jauh, belajar jadi mandiri, kalau ujung-ujungnya kita sedikit-sedikit minta uang dan ayoman orangtua?

Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk berani, untuk mampu menghadapi, menghayati, menikmati, dan mengatasi berbagai masalah yang ada. Masalah apa saja, sesuai dengan kapasitas kita. Dan, tak peduli kita dari fakultas apa, jurusan apa, kapasitas dan profesionalitas utama kita itu semuanya sama, sebenarnya: Warga Negara Indonesia yang ditunggu pengabdiannya.

Jadi, kalau kita ogah-ogahan dan tidak mau memberikannya, jangan anggap diri kita mahasiswa!

.

2. Awan Hitam Perubahan

Zaman sekarang ini anak-anak muda, terutama ABG dan remajanya, sangat senang dengan budaya asing. Mereka menganggap bahwa negara-negara Barat, negara-negara luar itu selalu bisa dijadikan panutan, bahwa jika tidak melakukannya maka akan dianggap ketinggalan zaman.

Nah, sekarang, kita sebagai mahasiswa – golongan manusia yang sudah melewati masa-masa remaja – tentunya sudah harus bisa dong berpikir lebih matang dan lebih mantap dalam menyikapi budaya-budaya luar. Suka boleh lah suka, tapi nggak boleh berlebihan dan fanatik. Karena percaya atau tidak, terima atau tidak, budaya dari negara luar itu juga memiliki sisi negatif. Banyak yang tidak sesuai dengan budaya asli bangsa kita yang serta-merta sudah dibuktikan jaman sebagai budaya yang positif.

Sebagai mahasiswa, kita harus berani menilai dan menyikap budaya dari luar dengan kritis. Sekritis-kritisnya. Dan, kalau menemukan hal-hal yang negatif, tanpa basa-basi, langsung hindari! Zero tolerance untuk hal-hal negatif! Harus zero tolerance! Kemunduran terjadi karena toleransi masyarakat terhadap hal-hal buruk, dan itu harus dilenyapkan!

.

3. Bercermin pada Geliat di Luar

Sama halnya dengan ada sisi negatif, tentu saja ada sisi-sisi positif yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari bangsa-bangsa di luar sana. Dari teknologi, sains, ilmu, banyak yang positif yang bisa kita masukkan dan terapkan sebaik-baiknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita sendiri.

Dan, utamanya dalam hal Aksi, adalah pergerakan-pergerakan yang belakangan ini sedang terjadi di berbagai negara di dunia.

Contoh nyatanya adalah Mesir dan Libya. Di Mesir, rakyat berhasil menumbangkan rezim yang telah berkuasa sangat lama. Dan saat Hosni Mubarak turun, seluruh jajarannya dalam pemerintahan diperiksa akan korupsi. Coba ingat, apakah saat Soeharto turun dulu, kita memeriksa seluruh jajarannya akan korupsi? Sebuah pelajaran berharga. Jangan melakukan sesuatu dengan setengah-setengah. Selesaikan dengan tuntas! Selesaikan dengan mandiri, tetap pertahankan Ketahanan Nasional kita!

.

4. Memimpikan Indonesia yang Baru

Harapan itu masih ada, dan akan selalu ada. Yang penting, kita harus berani berkarya, berkreasi, dan berinovasi untuk kemajuan Indonesia.

Kalau Indonesia mau benar, Sumber Daya Manusianya harus benar! Kenapa Sumber Daya Manusianya? Karena merekalah yang akan mengelola segenap potensi yang ada di Tanah Air ini. Dari ujung Sabang hingga Merauke, manusia Indonesia-lah yang akan mengelolanya – bukan bebatuan, bukan kepulauan dan hutan, melainkan manusia.

Masalah Indonesia adalah masalah-masalah yang disebabkan oleh karakter manusianya. Kalau manusianya berkarakter baik, luhur akhlak dan budi pekerti, niscaya semuanya pasti akan baik-baik saja.

Selalu tegaskan sikap zero tolerance terhadap hal-hal negatif. Zero tolerance terhadap generasi yang kotor dan salah. Kembangkan karakter manusianya, teriakkan anti-korupsi dari SEKARANG!

.

5. Berdikari Bersama Sosial Wirausaha

Menjadi sebuah pilihan, kalau ingin berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia, harus ikut serta dalam sosial wirausaha. Semangat untuk mensejahterakan masyarakat sekitar kita, dari lingkungan Rukun Tetangga hingga masyarakat.

Peran apapun yang kita pegang, posisi manapun kita berada, sebagai mahasiswa dan sebagai pemuda kita harus terus berkontribusi, berpihak kepada marginal masyarakat. Hilangkan egoisme.

Sudah merasa mampu, sudah merasa sanggup, profesional pada bidang kita? Tinggal satu prinsip yang harus ditegakkan: “Bagimu negeri, jiwa raga kami!” Selalu dasari semua yang kita lakukan sebagai sebuah pengabdian. Pengabdian untuk negara kita, untuk bangsa kita, dengan senantiasa mengharap Rahmat Allah SWT.

.

6. Memetik Inspirasi

Di bagian yang terakhir ini diberikan beberapa kisah yang menginspirasi kita untuk menjadi individu yang lebih baik. Namun, sebenarnya inti dari bagian terakhir ini bukanlah agar kita semata-mata hanya meniru, melainkan juga bagaimana kita menjadi model, yang bisa menginspirasi masyarakat sekitar kita, yang bisa menjadi seorang pelopor dalam kemajuan.

Miliki sesuatu maka kita akan bisa memberikan sesuatu. Semangatlah dalam memberi, bukan memiliki. Senantiasalah berikhlas, dengan selalu memanjatkan harapan setinggi-tingginya dan sebaik-baiknya. Jangan pernah menyerah, karena Indonesia ada di pundak kita sekarang.

HIDUP MAHASISWA!

.

.

Source: Acara Bedah Buku Belajar Merawat Indonesia. Sabtu, 21 Januari 2012, @Auditorium Abdul Muis Nasution, kampus IPB Dramaga, 08.00-13.00 WIB.
Share

One Response to “[Bedah Buku] Belajar Merawat Indonesia”

  • Kuma:

    Hidup Mahasiswa!! Tegaknya bangsa dan kemajuan bangsa saat ini berada di tangan para generasi muda. Belajarlah wahai mahasiswa, dan dedikasikan diri untuk Indonesia.

Leave a Reply

Kalender
January 2012
S M T W T F S
« Jul   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
badge Fahutan IPB

IPB Badge

Arsip
Badge IPB