Archive for August, 2016

Organisasi “Dewan Menulis”

 

 

Organisasi

oleh Dian Anriani

unduhan (2)

Saya adalah seorang mahasiswi semester 6. Saya suka berorganisasi, tapi tidak maniak. Hanya beberapa organisasi yang menurut saya sesuai dengan hobi dan keahlian saya, atau juga organisasi yang menurut saya dapat mengasah kemampuan saya atau memberi dampak lebih untuk saya. Dan beberapa organisasi lain yang menggugah rasa penasaran saya.

Organisasi menurut saya adalah ketika sekelompok orang berkelompok, mencapai tujuan yang sama, mempunyai latar belakang yang berbeda-beda akan tetapi mempunyai pandangan yang sama tentang konsep dari organisasi tersebut. Pertama kali saya mengikuti sebuah organisasi adalah ketika SMP. Tidak banyak yang bisa dipelajari oleh anak SMP, tapi cukup sebagai bekal untuk melanjutkan organisasi yang sama atau justru melepaskan diri dari organisasi yang sama, pada jenjang selanjutnya. Setiap sekolah atau tingkatan sekolah (terutama sekolah menengah) biasanya mempunyai jenis organisasi yang relatif sama. Bidang kesiswaan, bidang kesenian, bidang kelimuan, bidang olahraga, bidang keagamaan, kreatifitas, beladiri dan semacamnya. Dari semua bidang itu, bidang yang tidak pernah saya ikuti yaitu olahraga dan beladiri. Mungkin kurang menarik dibandingkan organisasi lain, menurut saya.

Mengikuti organisasi bukan sebuah keharusan. Tapi ada ungkapan yang mengatakan “Jika bukan sekarang, kapan lagi?”. Menurut saya ungkapan tersebut dapat dikatakan benar. Karena usia remaja yang menanjak menuju dewasa adalah usia dimana keadaan remaja tersebut masih terbilang labil, dan butuh arahan. Sementara waktu yang digunakan oleh kebanyakan remaja dalam kesehariannya berada di sekolah, sehingga apabila perkembangannya tidak diarahkan menuju hal yang baik, dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik untuk remaja tersebut. Sebagai contoh, remaja yang mengikuti organisasi akan memiliki kemampuan bersosialisasi yang berbeda dengan remaja yang tidak mengikuti organisasi, terlihat dari cara bergaul yang kaku atau mungkin teman pergaulan yang tidak sebanyak berada dalam organisasi.

Organisasi adalah cara terbaik untuk belajar dari kesalahan. Mengapa? Karena sistem dalam organisasi kebanyakan adalah kombinasi antara trial and error dan sharing dengan orang yang lebih berpengalaman. Ketika sebuah program dikerjakan biasanya akan memunculkan banyak kendala terutama pada angkatan baru dalam organisasi tersebut, dan salah satu yang dapat mengarahkan agar kembali pada tujuan yang diinginkan adalah pengalaman dari orang orang yang pernah menjalankan program tersebut (angkatan sebelumnya), akan tetapi dapat juga dengan belajar dari kesalahan sendiri agar pada organisasi atau kegiatan selanjutnya tidak akan terjadi kesalahan yang sama.

Kesalahan yang sering saya temui dalam sebuah organisasi adalah sumberdaya manusia nya. Menurut saya, sebuah organisasi adalah ketika semua orang yang berkepentingan berada dalam lingkup yang sama dan mengerjakan hal yang sama. Akan tetapi yang sering terjadi adalah dalam organisasi tersebut, sering banyak anggota yang perlahan menghilang. Dari yang tadinya sangat rajin, kemudian lama kelamaan menghilang karena sudah bosan. Atau ada juga yang memang sejak awal sudah tidak aktif dalam organisasi tersebut, bisa jadi karena kehilangan gairah (semangat) atau terdapat perbedaan persepsi awal dengan persepsi setelah memasuki organisasi tersebut.

Yang dapat dilakukan jika menemukan kesalahan seperti itu adalah memperbaiki komunikasi, dan menyamakan kembali tujuan awal yang sudah ditetapkan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, komunikasi harus selalu dijaga. Dan agar dikemudian hari tidak lagi ditemukan “sumber daya” yang hilang dalam sebuah organisasi.

 

Share

Dewan Menulis “Damai”

Kaki kecil

oleh Salsabilah

kaki kecil

kaki kecil dengan mata mengantuk

Menatap bintang, sambil mencari apa itu damai bagi dunia.

Apakah Damai adalah gejolak?

Damaikah yang mendinginkan perang?

Atau perang yang kerap menghasilkan hangat nya damai?

 

 

Tapi ku lihat perang di kata ada demi keadilan yang damai

Pertumpahan darah ada demi penyetaraan hak umat manusia

 

Kaki kecil menerawang

Menembus waktu lampau, melihat apa yang dikata damai membuat mati kedua orang tua nya

Menghacurkan tempat bermainnya

Menghilangkan apa yang dibilang masa depan

Ia menatap lurus pada bulan nun jauh disana

Lantang berkata, Bukan perdamaian namanya jika sebagian menghancurkan sebagian lainnya

Tidak, damai tidak seperti itu….

Lalu….

Apakah damai itu?

Aku punya selusin definisi damai dalam fikiran ku

Tapi tak satu pun

Pun tak pernah ada yg menjadi bentuk di dunia nyata

Salah!

Salah!

Orang salah menterjemahkan lima huruf itu

Lalu seperti apa damai bagi dunia?

Apakah damai hanya ada bagi yang satu rasa, satu suku dan satu warna

Sedang yang berbeda tidak boleh mendapatkannya?

Mayoritas saja kah yang memiliki damai dalam hidupnya?

Sedang marginal adalah objek yang harus musnah

Agar yang disebut damai bisa tumbuh di dunia

 

Kaki kecil bersedih….

Aku mendengar isak yang panjang dalam doa malamnya

Dia menanyakan pada tuhan. Seperti apa damai itu?

tapi, Ia semakin tidak mengerti

Apakah Tuhan menyukai damai?

Lalu terbayang olehnya lantang nama Tuhan di sebut dalam irama rudal dan ketukan selongsong pistol dan peluru beradu. Seperti itu kah damai yang Tuhan mau?

Tidak,

Bukan itu damai milik Tuhan

Tentu bukan

Lalu ia bertanya pada bayang nya dalam angin malam

Mengapa ia harus mencari damai

Sedang tanpa alas dan atap pun dia berbahagia

Dalam hening malam dan sunyinya ketidakadilan ibu kota

Biar saja ku buat damai bagiku sendiri

Katanya

 

Kaki kecil kini tak lagi peduli apa damai itu

Sejak dia tau, menjadi bahagia dalam nikmat Tuhan-Nya saja sudah membuatnya tenang

Semoga dunia berbahagia

Dalam damai yang sulit di definisi

Dalam damai mereka yang penuh egoisme dan akuisisi diri

Dalam damai yang mungkin tuhan tak suka namun tetap di jalani

Semoga Tuhan menganugrahi damai yang sejati yang berasal dari-Nya

Semoga dunia berbahagia

Seperti kaki kecil berbahagia dalam nikmat Tuhan-Nya

 

Share
Kalender
August 2016
S M T W T F S
« Feb   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
badge Fahutan IPB

IPB Badge

Arsip
Badge IPB